Ini Dia Plus Minus Kerja Freelance

Plus minus kerja freelance harus dicermati

Di zaman kemajuan dunia teknologi dan komunikasi, semua orang berlomba-lomba untuk melakukan inovasi dan meraih keuntungan sebanyak mungkin. Ruang dan lapangan pekerjaan juga sebenarnya terbuka luas bagi kamu yang kreatif. Salah satunya adalah kerja freelance.

Freelancer adalah seseorang yang bekerja pada sebuah perusahaan atau beberapa perusahaan tanpa perjanjian jangka panjang. Tanpa ikatan kerja yang ketat.

Kerja freelance dapat ditekuni oleh mahasiswa, pelajar, ibu rumah tangga, atau seorang karyawan tetap yang memiliki keahlian lebih dari satu bidang, misalnya seorang staf accounting yang suka menulis atau menyunting buku, atau seorang staf humas yang suka menyunting video.

Di luar itu, kerja-kerja freelance bisa meliputi dunia desain, animasi, arsitek, penyiar radio, pembawa acara, reporter, responden, fotografer, event organizer, konsultan pajak, motivator, penerjemah, guru bimbingan belajar, guru privat, programmer, teknisi komputer, operator komputer, surveyor, data entry, dubber, illustrator, animator, komikus, perawat tanaman, mekanik, sales, penjaga bayi, dan lain-lain.

Dari sini terlihat bahwa jenis-jenis pekerjaan yang bisa dilakukan adalah sebagian besar jenis pekerjaan di era digital. Bagi individu profesional, hal ini bisa menguntungkan sekaligus juga merugikan. Berikut ini plus-minus kerja freelancer yang bisa kamu cermati:

Freelancer mempunyai waktu kerja yang fleksibel

Karena tidak memiliki kontrak ataupun perjanjian jangka panjang, kerja freelance bisa dilakukan dengan jadwal atau ritme kerja yang disesuaikan dengan jadwal pekerjanya. Selain itu, untuk mengatasi masalah rumitnya jadwal ketika seorang freelancer bekerja untuk lebih dari satu perusahaan, jadwal fleksibel bisa jadi solusi.

Kalau kamu menjadi seorang freelancer, akan terasa bahwa waktu kerja yang fleksibel memberikan banyak keuntungan seperti menjaga kreatifitas, membentuk mood yang sesuai, mencari ritme yang imbang, serta memberikan keseimbangan dalam hidup individu.

Freelancer dapat bekerja di beberapa perusahaan sekaligus

Lagi-lagi karena tidak memiliki kontrak jangka panjang, kamu bisa bekerja untuk lebih dari satu perusahaan atau pihak pemberi kerja. Perlunya memberikan kebebasan waktu adalah agar fokus kerja bisa tetap dijaga seandainya dua pekerjaan itu adalah dua hal yang jauh berbeda.

Bekerja di beberapa perusahaan bahkan bisa menjaga freelancer dari kejenuhan. Yang penting dalam setiap kerja adalah menjaga agar tidak dikerjakan dalam suasana hati atau pikiran yang jenuh. Itulah keuntungan besar yang penting dalam bekerja di dua atau lebih perusahaan.

Frekuensi pekerjaan tidak menentu

Di samping segala jenis keuntungan di atas, kamu harus ingat bahwa ada resiko yang terpaksa diambil oleh freelancer. Salah satunya adalah frekuensi yang tidak menentu. Bekerja dengan waktu fleksibel di dua perusahaan atau lebih akan membuat kamu bekerja di waktu-waktu yang tidak menentu.

Terkadang, pekerjaan baru datang di waktu-waktu yang oleh sebagian besar orang dianggap waktu untuk beristirahat. Akan tetapi karena ada target tertentu, kamu harus menyelesaikannya, terutama ketika kamu mengambil kerja freelance yang tenggat waktunya sempit.

Tertipu sang pemberi kerja

Kerja freelance banyak dianggap rawan penipuan. Karena tidak ada perjanjian jangka panjang, sang pemberi kerja cenderung memperlakukan kamu kurang serius. Mereka bisa saja memutuskan untuk membatalkan pekerjaan dengan membayar sejumlah uang pembatalan yang tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan perjanjian atau kontrak jangka panjang.

Salah satu solusinya adalah menjaga hubungan baik, serta menjamin perjanjian jangka pendek itu berkekuatan hukum. Dengan begitu, si pemberi kerja akan cenderung lebih serius menyikapi kontrak kerja kamu dan lebih berusaha menepatinya.

Related posts

Leave a Comment

Pintaria Blog
Upgrade Dirimu Sekarang!
No any image found. Please check it again or try with another instagram account.