Begini Penjelasan Ilmiah di Balik Mood Swing

Mood swings

Gejolak hati yang tak menentu, cepat marah dan tenang tanpa sebab yang jelas. Suka membentak lalu langsung menyesali dan meminta maaf. Suka bersedih hati dan gundah tanpa penyebab yang jelas. Hati-hati! Barangkali kamu mengidap mood swings.

Meskipun mood swings kadang normal dan wajar dialami siapa saja, tapi kalau durasi dan frekuensinya terlalu sering dan terjadi berulang-ulang dan dalam tempo yang sangat cepat, artinya kamu harus periksakan diri.

Berdasarkan riset medis, selain perubahan suasana hati mendadak, penderita mood swings biasanya mengalami gejala-gejala seperti mudah cemas dan marah, mudah lupa, sampai halusinasi. Dalam tahapan lanjut, kamu juga bisa depresi dan mengalami gangguan tidur.

Salah satu penyebab mood swings adalah keadaan tidak seimbangnya kimia otak yang berhubungan dengan pengaturan suasana hati dan perubahan hormon yang dihasilkan tubuh. 

Nah, apa saja faktor yang mempengaruhinya ya?

Stress

Pada tahap lanjut, penderita stress berat mulai dipengaruhi perubahan keseimbangan materi otak. Hal ini kemudian mempengaruhi perilaku seseorang. Oleh karena itu, stress sebetulnya harus dikenali sejak awal dan diatasi agar tidak berlarut. Mood swings yang disebabkan oleh stress bahkan bisa berpotensi memicu gangguan jiwa lho!

Baca juga: Kamu Merasa Stress? Cek Ciri-cirinya Berikut Ini!

Makanan

Faktor pemicu mood swings berikutnya adalah makanan. Kata orang, ‘your are what you eat’. Ini bisa jadi benar lho! Kamu akan mengalami berbagai dampak dari makanan yang kamu konsumsi. Cobalah makan makanan sehat selama periode tertentu.

Kamu akan merasakan bahwa tubuh dan perasaan kamu lebih baik. Nah, begitupun sebaliknya, berbagai permasalahan kesehatan baik fisik maupun mental bisa muncul akibat konsumsi makanan yang buruk.

Kondisi Kesehatan

Dari kelenjar tiroid, sistem saraf, bahkan sampai paru-paru, semua bisa mempengaruhi mood. Lemahnya sistem imun, atau sistem kekebalan tubuh juga berperan dalam mood swings. Kebayang kan kalau kamu mudah sakit dan bahkan benar-benar sakit, kan kamu akan mudah kesal. tentu saja kerja dan kuliah jadi tergnggu juga.

Hormon dan Kafein

Hormon merupakan zat pembawa bahan kimia yang sangat berkaitan dengan otak. Dalam kasus perempuan, fluktuasi hormon bisa lebih sering karena setiap bulan mengalami menstruasi, atau hamil dan menopause. Kalau pada laki-laki, ketika kadar testosteron menurun secara bertahap dan menyebabkan gangguan tidur dan berbagai penyakit lain yang bisa menyebabkan mood swings. 

Kabarnya, salah satu solusinya adalah konsumsi kafein. Ketika kamu mengkonsumsi kafein dalam kadar yang pas, otak kamu akan melepaskan hormon serotonin dan dopamin yang sangat berperan terhadap emosi.

Efek dari kafein ini bisa positif sekali lho! Bisa mengurangi stress dan depresi. Secara medis, konsumsi kafein yang aman dari kopi adalah 400 mg per hari.

Nah, Pintarian, cobalah untuk mengenali gejala mood swings kamu sejak dini. Jangan sampai terlambat ya!

Related posts

Leave a Comment

Pintaria Blog
Upgrade Dirimu Sekarang!
No any image found. Please check it again or try with another instagram account.