Hubungan Baik dengan Bos? Why Not! Lakukan Saja 5 Hal Ini

Hubungan baik dengan bos

Mungkin tidak terbayangkan bagi sebagian orang bagaimana membangun Hubungan Baik dengan Bos. Sudah ada stigma yang melekat di masyarakat kalau bos itu menakutkan, sulit didekati dan semua perintahnya harus dituruti. Padahal banyak juga atasan yang menyenangkan untuk diajak berdiskusi dan mudah bertukar pikiran. Bahkan bisa bersikap santai seperti teman sendiri.

Tentunya ada pendekatan yang perlu dilakukan untuk membentuk hubungan baik dengan bos. Bila bos kurang supel, tentu kamu perlu usaha ekstra. Namun bila bos kamu sudah bawaannya mudah bergaul, pastinya akan lebih mudah menjadikan mereka teman.

Agar situasi kerja makin nyaman, memang alangkah baiknya punya hubungan baik dengan bos. Supaya kamu tidak stres dan merasa tertekan tiap datang ke kantor. Tidak hanya itu, kalau hubungan yang terjalin baik bisa saja semakin terbuka kesempatan untuk peningkatan karirmu. Ada sikap dan etika yang perlu kamu lakukan agar hubungan dengan bos ini lebih cair namun tetap menjaga profesionalitas. Berikut beberapa diantaranya.

Hubungan Baik dengan Bos ya Harus Tepat Waktu

Salah satu hal paling dasar sekaligus penting adalah datang bekerja tepat waktu. Hal ini saja bisa membentuk hubungan kerja yang baik tidak hanya dengan bos, tapi juga rekan kerja. Ketepatan waktu mampu menunjukkan respek dan rasa percaya. Bos dan kolegamu tentu akan lebih mengandalkanmu jika kamu selalu tepat waktu. Begitu juga dengan tugas kerja. Selesaikan sesuai waktu yang ditentukan agar kamu mendapat lebih banyak kepercayaan.

Baca juga: Pentingnya Skill Komunikasi yang Efektif di Lingkungan Kerja 

Memahami Gaya Bicara Bos

Tiap orang punya cara komunikasi berbeda. Termasuk atasan kamu di kantor. Ada bos yang hanya bersikap pasif, cenderung mendengarkan saja apa yang kamu sampaikan. Namun ada pula yang terus bertanya banyak hal atau sekadar detail penting dalam pekerjaan. Sikapnya juga ada yang kasual dan santai. Tapi tak jarang bos kaku dan formal. Untuk itu, penting bagimu tahu bagaimana sifat atasan. Sehingga kamu bisa menyesuaikan diri dalam berhubungan dengan bos.

Ketahui juga jalur komunikasi yang bos sukai untuk berdiskusi. Apakah lewat tatap muka langsung, email, mengirim pesan di telepon genggam, atau mengadakan rapat. Pilih metode komunikasi favoritnya dan lakukan itu. Batasi masuk ke ruangannya secara tiba-tiba karena bisa membuat fokus atasan beralih dari pekerjaannya. Sebaiknya pilih waktu yang tepat untuk bicara dengannya, tentu tidak saat dia sedang stres menghadapi kerja.

Semua hubungan tentu perlu usaha. Sebaiknya seringlah berkomunikasi dengan bos, bersikap hormat dan ajukan pertanyaan mengenai harapan mereka terhadap kerjamu jika belum jelas. Hal ini tentu mengurangi jarak diantara kamu dan bos.

Lakukan Kerja Lebih dari yang Diharapkan

Hanya melakukan kerja sesuai yang diharapkan bos tentu tidak membuat kamu berbeda dari karyawan lain. Atasan juga menghargai karyawan yang tidak hanya melakukan pekerjaan mereka. Tapi juga mencari dan membuat inovasi baru yang lebih baik dalam penyelesaian tugas. Bersikaplah proaktif, memberi solusi dan ajukan diri bila ada sebuah proyek baru. Ini menjadi cara bagus untuk menunjukkan inisiatif dan ketertarikanmu. Sehingga pasti akan mengarah pada hubungan yang lebih baik diantara kamu dan bos.

Kamu juga perlu mengetahui tujuan dari kerja bos. Sebagai karyawan tentunya kamu ikut mendukung pencapaian sasaran tersebut. Dalam pertemuan berdua, kamu bisa menanyakan hal tersebut dan tunjukkan keinginanmu dalam mendukung pencapaiannya. Jika sudah tahu, kamu pun bisa melakukan kerja sesuai tujuan dan prioritas yang mendukung kesuksesan atasan.

Meminta Pendapat dan Masukan Bos

Jika ada kesempatan, lakukan percakapan dengan bos. Disamping menyampaikan laporan kerja, kamu juga bisa meminta pendapat dan masukan dari atasan untuk kinerjamu. Ini bisa dijadwalkan misalnya tiap dua bulan, tanpa perlu menunggu penilaian tahunan. Dengan umpan balik tersebut, kamu bisa mengetahui seberapa baik pekerjaan yang kamu lakukan menurut bos. Jika mereka memberi respon positif, tentu bisa membuka kesempatan kamu mendapat proyek, kenaikan gaji atau promosi kerja. Hubungan pun tercipta lebih baik karena ada keterbukaan.

Baca juga: Ini Dia Tips Biar Gak Cepat Bosan dengan Kerjaan! 

Hubungan Baik degan Bos Berarti Dia Teman

Kebanyakan pemimpin menghadapi banyak pekerjaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Meski begitu, mereka tentunya akan menghargai karyawan yang memberi perhatian. Tidak hanya bos yang menanyakan kabar atau memberi sapaan kepada karyawan. Tapi karyawan juga perlu melakukan hal serupa. Kamu bisa menanyakan topik ringan seperti kabarnya atau bagaimana akhir pekannya. Ini terkait komunikasi di tingkat lebih personal.

Lebih jauh lagi, bila sedang terlibat pembicaraan kasual, kamu dapat menanyakan hobi atau kegemaran bos. Baik musik, olahraga atau lainnya. Jika ada kesamaan atau kamu punya pengetahuan mendalam, tentu bisa menciptakan pembicaraan baru. Hubungan pertemanan pun bisa mulai terjalin. Bukan tak mungkin kamu dan bos bisa makan bersama di luar jam kerja. Bahkan sampai berteman di media sosial, asal bosmu punya sifat menyenangkan ya.

Related posts

Leave a Comment

Pintaria Blog
Upgrade Dirimu Sekarang!
No any image found. Please check it again or try with another instagram account.