Budaya Makan-Makan Saat Resign, Perlu Gak Sih?

Makan-Makan Saat Resign

Jika kamu memutuskan untuk resign kerja dan melamar di tempat lain, kamu harus melakukannya dengan etika yang baik. Gak perlu bingung atau panik memikirkan apa yang harus dilakukan. Kamu harus memprioritaskan etika yang baik dalam memutuskan hubungan kerja.

Tujuannya tentu saja untuk menjaga agar tali silaturahmi kamu tetap baik dengan teman-teman sekantor. Putusnya hubungan kerja kan bukan berarti hubungan pertemanan kamu harus putus juga.

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah meninggalkan kesan yang baik di kantor tempat kamu bekerja selama ini. Banyak dari mereka yang resign kerja mengakhiri hubungan kerja dengan makan bersama, atau perayaan kecil-kecilan dengan harapan agar di tempat yang baru bisa sukses dan lebih baik lagi.

Tapi apakah kebiasaan makan-makan saat resign kerja ini benar-benar diperlukan?

Makan-makan Sebagai Penghargaan dan Terima Kasih Pada Rekan Kerja

Ajakan untuk makan bersama tidak semata-mata untuk merayakan dimulainya kehidupan kamu yang baru. Makan bersama juga kerap dijadikan bentuk penghargaan dan tanda terima kasih terhadap teman-teman dan rekan kerja kamu.

Ingatlah bahwa mereka selalu ada di hari-hari kamu selama ini dan menjadi orang pertama yang tahu tentang permasalahan yang kamu hadapi di lingkungan kerja.

Dengan makan bersama, kamu bisa membuat perpisahan yang hangat dengan teman-teman kerja kamu itu. Harapannya tentu saja agar hubungan baik tetap terjaga dan barangkali di masa depan datang kesempatan untuk bekerja sama lagi.

Menyelesaikan Masalah yang Masih Mengganjal

Saat resign kerja, acara makan bersama juga bisa menjadi wadah untuk kamu yang ingin menyelesaikan berbagai permasalahan yang masih tersangkut dan belum diselesaikan. Cobalah untuk bisa membicarakan masalah itu dari hati ke hati dan tanpa beban karena kamu sudah bersiap berhenti dari pekerjaan di kantor itu.

Bisa jadi, setelah menyelesaikan permasalahan itu, kamu justru menjadi akrab dengan orang yang selama ini sering berselisih paham di pekerjaan sehari-hari. Cobalah untuk selalu terbuka dan berusaha saling memahami.

Dengan pola komunikasi yang saling terbuka dan tanpa beban ini, kamu pasti punya lebih besar kesempatan untuk menyelesaikan semua masalah.

Sarana Berpamitan yang Ideal

Hari resign kerja di kantor itu adalah saat ketika kamu merapikan meja kerja, menyelesaikan pekerjaan yang mengganjal semaksimal mungkin, lalu berpamitan dengan semua kenalan dan rekan kerja.

Nah, gunakanlah waktu ini untuk memberi salam perpisahan yang efektif secara personal dan profesional. Bagaimanapun juga, secara profesional kamu akan terus berhubungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Buatlah perpisahan ini menjadi perpisahan yang berkesan.

Nah, dengan makan bersama, kamu akan berpisah dengan baik-baik dan ideal secara emosional. Cobalah untuk menjaga hubungan baik dengan cara-cara di atas. Kamu akan merasakan sendiri kehangatan yang diberikan oleh teman-teman sekantor kamu.

Resign kerja memang memerlukan begitu banyak pertimbangan, Pintarian. Tapi janganlah menjadikannya sebagai halangan untuk lebih maju baik dalam menentukan karier masa depan kamu.

Related posts

Leave a Comment

Pintaria Blog
Upgrade Dirimu Sekarang!
No any image found. Please check it again or try with another instagram account.