Apa itu Kartu Pra Kerja? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Kartu Pra Kerja

Tahukah kamu soal ide pemerintah terkini dalam mengembangkan sebuah mekanisme pengentasan jumlah pengangguran? Namanya Kartu Pra Kerja. Kartu ini mulanya diwacanakan oleh Presiden Joko Widodo ketika masa kampanye Pilpres 2019. Tujuan utamanya adalah masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan. Menurut bapak Presiden, para pemegang kartu ini akan diberikan pelatihan untuk mempersiapkan diri di dunia kerja dan tunjangan dalam kurun waktu tertentu. Tentu saja penerimanya akan dibatasi dengan kuota.

Menurut juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo – Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga, kartu ini adalah program andalan Presiden Joko Widodo yang ditujukan untuk mengurangi pengangguran dan mewujudkan keadilan sosial lho!

Dalam praktiknya nanti, Kartu Pra Kerja akan menyasar dua kelompok masyarakat. Mereka adalah pekerja yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan lulusan perguruan tinggi yang belum bekerja.

Para peserta nanti akan diberikan latihan keterampilan di Balai Latihan Kerja (BLK) selama dua sampai tiga bulan. Dalam proses itu peserta akan diberi tunjangan. Khusus untuk mantan pekerja yang kena PHK, mereka akan tetap diberikan tunjangan maksimal tiga bulan setelah proses pelatihan selesai.

Baca juga: 50 Ribuan Pekerja Bank Kena PHK, Apakah Kamu Salah Satunya?

Baik untuk Lulusan Sekolah Menengah

Sementara itu, khusus bagi lulusan sekolah menengah atau perguruan tinggi akan menerima tunjangan maksimal setahun setelah memulai pelatihan, selama mereka belum mendapatkan pekerjaan. Tentu saja teknis pelaksanaan kartu pra kerja ini belum final. Akan ada beberapa kali proses penajaman dan perencanaan di sana-sini. Target awal, pada tahun 2020 nanti akan ada dua juta orang yang menerima pelatihan itu.

Publik menilai positif efektivitas program kartu pra kerja ini mengingat jumlah pengangguran semakin hari semakin melonjak. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2018, tingkat pengangguran terbuka nasional mencapai 5,34% atau 7 juta jiwa. Dari jumlah itu, 11% nya adalah lulusan SMK.

Baca juga: Khawatir Di PHK? Ini Dia Tips Menghindari PHK Yang Bisa Dilakukan

Mewujudkan Welfare State

Meskipun begitu, niat baik pemerintah ini perlu mendapatkan apresiasi dari masyarakat karena akan membuat Indonesia bergerak menuju ke arah Welfare State, sebuah perwujudan masyarakat sejahtera yang terencana. Jika perencanaan program ini berhasil dilakukan, bukan tidak mungkin negara Indonesia akan memiliki tambahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih terampil dengan skill yang dibutuhkan di dunia kerja dalam Industri 4.0 lho!

Di sela-sela usaha pemerintah untuk memperbaiki tingkat pengangguran lewat kartu pra kerja ini, kamu juga bisa terus meningkatkan keterampilan kamu dengan berbagai kursus yang diselenggarakan oleh Pintaria lho!

Selain itu, ada juga hal seru yang bisa kamu pertimbangkan seperti kuliah dengan metode blended learning yang memungkinkan kamu untuk kuliah sambil kerja tanpa mengganggu jadwal kegiatan harian. Metode blended learning akan menawarkan fleksibilitas yang tinggi karena kamu bisa atur sendiri jadwal kuliah. Keuntungan lainnya, tentu saja kamu bisa mencicil biaya kuliah per bulan. Lumayan kan sambil menunggu finalisasi program kartu pra kerja?

Related posts

Leave a Comment

Pintaria Blog
Upgrade Dirimu Sekarang!
profile pic url
14.9k Followers
Follow