Yakin mau Resign? Cermati Dulu Faktor-Faktor Ini

Surat-Pengunduran-Diri

Surat pengunduran diri bisa jadi solusi masalah, tapi bisa juga jadi masalah baru dalam pekerjaan dan karier kamu. Apakah kamu sudah benar-benar mempertimbangkan keputusan untuk resign? Yuk cermati faktor-faktor berikut ini.

Bagaimana Perasaan Kamu Setiap Pagi?

Tanda bahwa kamu mesti resign dari kantor salah satunya adalah perasaan kamu yang gak enak setiap pagi ketika menuju kantor. Bersiap menuju kantor bisa jadi merupakan beban yang berat.

Jika kamu masih semangat untuk mencetak prestasi, berarti kamu belum waktunya untuk resign. Akan tetapi ketika pekerjaan kamu sudah menjadi beban, ada baiknya kamu menimbang untuk resign

Dana Cadangan

Perasaan saja bukan satu-satunya faktor untuk menimbang resign atau tidak. Kamu harus menyiapkan dana cadangan. Pikirkan kembali apakah kamu punya dana cukup untuk resign minimal selama 3 bulan? Jika itu belum tercukupi, ada baiknya kamu sabar.

Resign berarti juga pendapatan bulanan kamu untuk membayar tagihan dan keperluan lain ikut terhenti. Jangan sampai ketika resign kamu justru kerepotan membayar tagihan bulanan. Hal ini akan membuat banyak masalah lain yang ikutan muncul. Selain itu, artinya kamu perlu mengurungkan niat menyiapkan surat pengunduran diri.

Baca juga: Budaya Makan-Makan Saat Resign, perlu Gak Sih?

Langkah Selanjutnya

Surat pengunduran diri mesti diikuti oleh niat untuk melangkah lebih jauh. Bisa jadi kamu juga perlu menyiapkan beberapa langkah jangka pendek dan panjang. Mulailah dengan menanyakan pada diri sendiri apa yang ingin kamu kejar dengan resign?

Jika kamu sudah punya rencana dan perencanaan yang mantap, apalagi jangka panjang, artinya kamu sudah boleh menyiapkan surat pengunduran diri.

If You Don’t Like Something, Change It. If You Can’t Change It, Change Your Attitude

Kata-kata bijak itu biasanya benar lho! Ubahlah sikap kamu dalam melihat sesuatu. Ingat, sebanyak 68% generasi milenial memilih meninggalkan pekerjaannya setelah hanya bekerja selama 1 tahun. Tak heran, generasi ini disebut sebagai ‘kutu loncat’.

Pindah tempat kerja tidak pernah salah. Namun, pikirkanlah baik-buruknya sebelum benar-benar menyiapkan surat pengunduran diri. 

Jika kamu belum punya perencanaan yang mantap, bukan berarti kamu sama sekali gak boleh resign juga sih. Ada cara yang sangat baik untuk membangun karier kamu dari luar kantor. Salah satunya adalah dengan mencari kerjaan baru dan kuliah online atau kuliah blended learning. Pintaria menyiapkan solusinya buat kamu.

Cuma Kamu yang Tahu Mana yang Terbaik

Lepas dari pendapat semua orang seputar apakah kamu harus resign atau tidak, cuma kamu sendirilah yang tahu pasti apa yang terbaik untuk kamu. Mesti diingat bahwa mengambil keputusan resign adalah keputusan pribadi yang hanya sedikit pengaruhnya ke kantor dan teman-teman.

Jangan sampai keputusan kamu ditentukan oleh orang lain karena kamu sendiri yang akan mendapatkan akibatnya baik akibat positif maupun negatif.

Surat pengunduran diri kamu adalah semacam ‘ijazah’ untuk kamu menuju tingkat atau chapter baru dalam kehidupan kamu. Ingatlah untuk memperlakukannya dengan sangat serius.

Related posts

Leave a Comment

Pintaria Blog
Upgrade Dirimu Sekarang!
profile pic url
14.9k Followers
Follow